Assalamu'alaikum,kawan..
Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada Allah swt,karena tanpa-Nya kita tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. Kawan ku yang muslimin wal muslimah,hari ini kitabakan membahas tentang kejujuran. Hayoo siapa disini yang tidak jujur?
Nabi besar Muhammad saw tidak pernah mengajarkan kita berbuat bohong,menipu,ataupun berbuat curang. Benar atau benar?
Itu benar,karena berbohong termasuk kedalam tanda-tanda orang munafik. Berbohong adalah perbuatan yang tercela yang dibenci oleh Allah swt.
Bagaimana jika berbohong dalam kebaikan? Berbohong dalam kebaikan diperbolehkan asalkan baik menurut islam,misalkan kita berbohong dengan tujuan agar tidak memyakiti perasaan sesama manusia itu diperbolehkan. Kepada siapa saja kita bisa tidak jujur? Kepada sesama umat beragama,sesama muslim,sesama mahluk Allah,bahkan tanpa kita sadari kita sering kali berbohong kepada hewan,contohnya jika kita melihat seekor kucing lalu kita memanggilnya berpura-pura akan memberi makan,nah itu juga dapat di kategorikan berbohong.
Ketidak jujuran kerap kali terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari mulai berbohong dalam hal kecil sampai yang terbesar. Ketidak jujuran yang terjadi dikalangan pelajar biasanya di gambarkan seperti 'Menyontek',menyontek adalah salah satu perbuatan curang,tidak jujur. Memang terkadang hasil menyontek selalu mendapatkan hasil sempurna tapi itu hanya sebatas di dunia,di akhirat orang-orang yang selalu berbuat curang atau tidak jujur mereka tidak akan pernah tenang.
Dampak berbuat tidak jujur :
1. Merasa tidak tenang
2. Tergolong manusia yang merugi
3. Di benci Allah
4. Biasanya sekali berbohong maka seterusnya dipenuhi dengan kebohongan
5. Di jauhi teman.
Kawanku sekalian,saya ingatkan lagi janganlah kita berbuat bohong atau tidak jujur dalam melakukan apapun,karena kita tidak akan mendapatkan kepuasa dari hasil yang diraih. Alhamdulillah saya di berikan Allah perasaan takut jika menyontek,sehingga sejak saya duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang,saya selalu mengerjakan ujian dengan kemampuan saya sendiri meskipun saya sadar teman-teman saya banyak sekalibyang berbuat curang dan mereka mendapatkan hasil yang lebih bagus daripada saya,saya tetap bangga dengan nilai yang saya peroleh dengan kemampuan sendiri. Pernah suatu hari saya berpikir untuk apa saya belajar jika nilai yang saya peroleh lebih kecil dari mereka yang tidak belajar,tapi itu salah.
Tidak ada yang percuma,saya belajar walaupun mendapatkan hasil tidak sempurna tetapi saya memahami materi yang di ujikan,sedangkan mereka yang tidak belajar dan mendapatkan nilai besar apakah mereka mengerti materi yang di ujikan? Belumlah tentu.
Jadi tetaplah percaya kepada kemampuan diri sendiri,karena Allah maha Melihat,Allah pasti memberi nilai yang sangat besar di Akhirat nanti. Aamiin..
Sekian dulu ya postingannya,semoga bermanfaar. Maaf jika salah kata,larena saya hanya mahluk biasa. Wassalamu'alaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar